Kunci Sukses Kuliah

Dalam proses belajar mengajar, mestinya wajar-wajar saja kalau di antara kita ada yang lulus dengan ilai terbaik (A) atau, sebaliknya, dengan nilai terburuk (E). Tetapi, Anda semua berhak lulus dan untuk mendapatkan hak itu dan memperoleh hasil maksimal, maka dosen Anda sendirilah kuncinya!!!

Kuliah ini diselenggarakan dalam 14 kali pertemuan. Anda wajib hadir 75% atau 11 kali pertemuan. Artinya, Anda memiliki hak untuk absen sebanyak 3 kali. Begitu Anda sudah 3 kali absen, maka Anda harus bermain seperti pemain sepakbola yang telah mendapat kartu kuning!

Izin di Kuliah Fiqih cukup mudah. Anda kirimkan saja SMS santun kepada dosen:
cnet.com
Bapak, mohon maaf, saya [NIM, Kelas] tidak bisa kuliah hari ini. Keluarga saya datang dari kampung untuk menjenguk. Terimakasih.
Bukannya saya mau dihormati, hanya saja kalau Anda mengirimkan SMS dengan bahasa alay, saya tidak paham. Ya, maklumilah dosen Anda yang norak dan kampungan ini :-)


Anda akan berhasil dalam kuliah ini kalau Anda telaten mengerjakan tugas-tugas kuliah. Anda tidak perlu "pintar" agama atau ber-IQ tinggi. Kita punya lima jenis penilaian (Review, Makalah, UTS, UAS, dan partisipasi) dan hanya satu (UAS) yang akan menguji kecerdasan kognitif Anda. Selagi Anda penuhi tugas-tugas lain, insyallah Anda lulus "memuaskan" (tidak perlu mengulang). Sekali lagi, cukup dengan tekun dan rajin saja Anda akan pintar sendiri dalam kuliah fiqih.


Mengapa Anda harus gagal? Bukankah ada saya di sini? Ya. Dosen Anda bukanlah 'orang lain'. Saya datang bukan untuk menguji dan manyatakan Anda lulus atau tidak lulus. Saya datang untuk menemani  Anda belajar Fiqih.

Bila ada masalah, bicaralah bicaralah dengan saya sedini mungkin. Saya tidak mau bila sudah telambat baru Anda bicara dan seolah-olah sayalah yang tidak mau menolong. Saya sering mengalami hal ini. Setelah dapat nilai D atau E baru dia datang menceritakan masalah yang ia hadapi dan meminta saya untuk memberinya "dispensasi". oalah.


Terakhir, nilai akhir yang akan Anda peroleh dalam Kuliah Fiqih adalah nilai Anda sendiri. Anda tidak perlu berterimakasih kepada saya kalau dapat A, atau memohon saya untuk menambah nilai Anda karena dapat E, D, atau C.

Semua adalah nilai Anda sendiri yang Anda peroleh dari hasil kerja keras/malas selema proses kuliah fiqih berlangsung. Anda boleh berterimkasih atas kerjasama kita, tapi tidak atas nilai Anda.






HAL-HAL YANG MUNGKIN MENYEBABKAN ANDA GAGAL

Kuliah Fiqih yang kita selenggarakan adalah kuliah yang menjunjung tinggi integritas, akuntabilitas, dan transparansi semua pihak, termasuk dan tanpa kecuali pengajarnya. Oleh sebab itu, Anda tidak akan gagal kuliah kecuali karena sebab-sebab yang terukur. Demikian juga Anda akan berhasil juga bukan karena faktor-faktor keberentungan, pertolongan dosen, dan semisalnya. Anda berhasil karena diri Anda dan Anda gagal juga karena Anda.

Oleh sebab itu, marilah sebelum kita mulai kuliah ini, kita selesaikan hal-hal yang mungkin membuat Anda gagal kuliah. Saya bisa menyebutkan beberapa hal yang menurut pengalaman bisa membuat Anda gagal dan kita bisa mengantisipasinya.

Pertama, Anda seorang aktifis. Saya tidak tahu mengapa, tetapi pengalaman sering menunjukkan bahwa seorang aktifis berpeluang gagal kuliah lebih besar daripada yang lain. Teman-teman aktifis, cobalah Anda renungkan: Anda boleh saja memilih dunia aktifisme [dan itu baik], tetapi mari kita seimbangkan. Seorang aktifis yang tanpa pendidikan formal yang baik, nilainya kelak di masyarakat dan lapangan kerja akan berbeda dengan seorang aktifis yang juga secara prestasi akademik bagus. Pemberi beasiswa S2 dan S3 akan memilih aktifis untuk mereka beri beasiswa tetapi aktifis yang prestasi akademiknya jelek tidak akan mendapatkan universitas yang baik.

Kedua, Anda kuliah sambil bekerja. Oh. Itu tentu saja hal yang sangat baik. Anda tipe orang yang mandiri dan pekerja keras yang layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya karena pekerjaan Anda itu. Tetapi, Anda bekerja untuk apa? Untuk masa depan yang sukses? Lalu kesuksesan untuk siapa? Untuk diri Anda sendiri? Di antara kita mungkin ada orang yang bekerja untuk diri sendiri, tetapi saya tahu ada banyak orang yang ingin mempersembahkan kesuksesan yang Anda raih kepada orang lain -- orang-orang yang Anda cintai. Sekarang, Anda ingin sukses demi orang tua Anda. Besok, demi orang yang Anda sayangi. Kelak, demi anak-anak Anda. Nah, berbicara tentang anak, saya punya beberapa teman yang sukses secara ekonomi tetapi gagal dan kecewa sekali dengan kegagalannya ini: "pingin anaknya pintar dan kuliah." Si anak, kta teman saya yang sudah kaya raya ini, "Bapak dulu ndak kuliah juga bisa kaya!" Jadi, setidaknya, kuliahlah yang seimbang dengan kerja keras Anda agar kelak Anda bisa menjadi teladan anak-anak Anda. Tidak ada orang tua, termasuk Anda nanti, yang tidak ingin anaknya berpendidikan.

Ketiga, Anda sudah berkeluarga. Sedikit saja sih yang kasusnya seperti ini. Tetapi saya punya pengalaman dengan kasus-kasus mereka yang sibuk dengan keluarganya dan kemudian kacau kuliahnya. Kalau Anda sudah menikah, selalu bersemangatlah. Saya tidak bisa memberi saran apa-apa karena Anda juga sudah dewasa. Anda sudah memilih jalan hidup Anda dan kalau sekarang Anda mendapatkan kesempatan emas untuk menyelesaikan kuliah, jangan sia-siakan. Di luar sana, ada banyak orang yang tidak mendapatkan kesempatan emas ini.

Keempat. Anda kecewa karena kuliah di tempat yang salah. oke. Anda mungkin ingin kuliah di Fakultas Kedokteran UI dan sekarang terdampar di sini. Saya tidak tahu apa ada gunanya lagi menyesali keputusan yang sudah Anda atau orang tua Anda ambil. Hanya satu yang saya ingin ingatkan: waktu terus berlalu. Sekarang terserah Anda, kalau memang tidak rela di tempat ini, mending tidak saja sama sekali. Tidak ada orang yang berhasil kalau dia setengah-setengah dan menghasilkan prestasi yang setengah-setengah. Anda harus di atas rata-rata di bidang apa pun. Dalam kehidupan ini, ada wartawan yang sukses, yang lebih kaya dari seorang dokter yang rata-rata. Demikian pula ada pekerja sosial yang bisa berkelana menjelajah negeri yang mungkin tak akan bisa ia kunjungi kalau ia menjadi seorang dokter puskesmas. Jadi, di mana pun Anda kuliah, kunci sukses hidupa Anda cuma satu: JADILAH DI ATAS RATA-RATA.

Kelima. Anda gagal karena Anda memang tidak ingin berhasil. Ah. Sudah. Anda tulis sendiri saja ya :-)

Sewaktu saya berbicara seperti ini, ada mahasiswa yang mengingatkan saya begini: "Pak, bisa saja saya gagal kuliah karena bapak!" Oke. Itu sangat mungkin terjadi. Saya hanya bisa minta satu hal saja: sebelum kulliah ini berlanjut, segera ingatkan saya, metode mengajar saya, metode kuliah saya, atau cara penilaian yang akan dilakukan di kelas ini yang bisa menggagalkan Anda. Kita perbaiki dari sekarang agar Anda berhasil karena saya SAMA SEKALI tidak ingin Anda gagal. .

0 comments:

Post a Comment